Asal Usul Lontong Terinspirasi Dari Ketupat

Kamu pasti sudah tidak asing dengan makanan yang bernama lontong? Lontong merupakan makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari beras yang dikukus di dalam bungkus dari daun pisang. Lontong sering disajikan oleh orang di pulau Jawa. Sering dijadikan sebagai pengganti nasi, di Indonesia lontong ada dua macam yaitu lontong polos dan lontong isi. Lontong berisi potongan sayuran dan oncom enak disantap bersama dengan makanan lain. Sebenarnya lontong isi adalah arem-arem dalam kuliner Jawa.

Lontong polos biasanya disajikan dengan sayur gurih karena rasanya tawar. Bagian luar lontong berwarna kehijauan karena terkena warna daun pisang yang jadi bungkusnya. Karena dibungkus daun pisang lah yang membuat warna lontong menjadi hijau luarnya, sedangkan dalamnya berwarna putih.

Terciptanya lontong berawal dari ketupat, makanan yang dibuat juga dengan beras yang dibungkus dengan daun kelapa muda. Karena proses pembuatan ketupat membutuhkan keahlian dalam menganyam daun kelapa muda, membuat sebagian masyarakat memilih daun pisang sebagai pengganti daun kelapa muda untuk membungkus beras tersebut.

Awalnya, lontong hanya dianggap sebagai makanan biasa saja. Namun, setelah penyebaran Islam masuk ke tanah Jawa, barulah tradisi makan lontong dan ketupat dimulai.

Salah satu Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga disebut sebagai orang pertama yang memperkenalkan lontong kepada masyarakat Jawa, termasuk ketupat. Ini merupakan bagian dari dakwah yang dilakukan Sunan Kalijaga ketika itu.

Lontong banyak ditemui di berbagai daerah di Indonesia sebagai pengganti nasi putih. Walau juga dibuat dari beras, lontong memiliki aroma yang khas. Yang pasti lontong dan ketupat adalah makanan masakan khas asli dan original buatan Indonesia.

Sejumlah daerah di Indonesia mengolah lontong menjadi menu makanan khas daerah. Ada lontong balap Surabaya, kupang lontong di Jawa Timur, lontong orari, ketoprak Jakarta, rujak cingur, lontong opor, lontong sate, gado-gado hingga karedok.

Keasliannya tak ubahnya dengan Warok. Kalaupun ada lontong dan ketupat di negara lainnya seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura. Itu tidak lain adalah budaya serapan yang dibawa oleh perantau Indonesia ke negeri tersebut sejak dulu kala.